No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Terpopuler
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sosial
  • Budaya
  • Gaya Hidup
Subscribe
Nusa Post
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Penerimaan Pajak 2025 Diprediksi Meletus di Bawah Target: Defisit APBN Mengintai?

by admin
December 30, 2025
in Ekonomi, Trending Now
0
Penerimaan Pajak 2025 Diprediksi Meletus di Bawah Target: Defisit APBN Mengintai?
152
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, 1 Juli 2025 – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan kabar yang kurang menggembirakan terkait proyeksi penerimaan pajak negara tahun ini. Dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI, Selasa (1/7/2025), ia memprediksi penerimaan pajak akan meleset dari target yang tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025. Target awal sebesar Rp 2.189,3 triliun diprediksi tak akan tercapai, melainkan hanya mencapai Rp 2.076,9 triliun atau setara dengan 94,9% dari target.

Meskipun demikian, Sri Mulyani menekankan bahwa capaian tersebut masih menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 7,5% dibandingkan tahun sebelumnya. "Penerimaan pajak oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) masih akan dijaga dengan pertumbuhan 7,5%, sehingga pada akhir 2025 diperkirakan kami akan mengumpulkan Rp 2.076,9 triliun," tegasnya. Pernyataan ini, meskipun berusaha meyakinkan, tetap menyisakan pertanyaan besar mengenai dampak defisit anggaran yang berpotensi terjadi akibat selisih penerimaan pajak yang signifikan.

Penyebab utama dari kegagalan mencapai target penerimaan pajak ini, menurut Sri Mulyani, adalah serangkaian guncangan ekonomi yang terjadi sepanjang tahun 2025. Kondisi ini memaksa pemerintah untuk melakukan berbagai upaya ekstra dalam rangka memaksimalkan penerimaan negara. "Banyak extra effort, seperti program kolaborasi (joint program) yang dilakukan dan sekarang dimonitor oleh Bapak Wakil Menteri Keuangan (Anggito Abimanyu) setiap hari. Ada juga berbagai upaya baik di DJP maupun Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dengan memperkenalkan beberapa langkah baru," jelasnya.

Data realisasi penerimaan pajak hingga semester I-2025 memperlihatkan gambaran yang cukup memprihatinkan. Tercatat, realisasi penerimaan pajak hanya mencapai Rp 837,8 triliun, mengalami kontraksi sebesar 6,21% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sri Mulyani menjelaskan beberapa faktor yang berkontribusi terhadap penurunan ini. Salah satu faktor utama adalah tingginya angka restitusi pajak, yang berarti pengembalian pajak kepada wajib pajak. Hal ini, tentu saja, mengurangi jumlah penerimaan negara secara keseluruhan.

Selain restitusi, pelemahan ekonomi nasional juga menjadi faktor penghambat. Kondisi ekonomi yang kurang kondusif menyebabkan penurunan aktivitas ekonomi, yang berdampak langsung pada penerimaan pajak. Lebih lanjut, batalnya rencana kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11% menjadi 12% turut memberikan pukulan telak terhadap target penerimaan. "Itu menyebabkan kita kehilangan target yang sebesar Rp 71 triliun di APBN 2025 ini. Ini tentu mempengaruhi kinerja kita," ungkap Sri Mulyani dengan nada menyesal. Kehilangan potensial sebesar Rp 71 triliun ini merupakan angka yang sangat signifikan dan menjadi salah satu faktor utama penyebab melesetnya target penerimaan pajak.

Penerimaan Pajak 2025 Diprediksi Meletus di Bawah Target: Defisit APBN Mengintai?

Faktor eksternal juga turut berperan. Penurunan harga minyak dan gas bumi sejak awal tahun 2025 memberikan tekanan signifikan terhadap pendapatan negara. "Kuartal I-2025 kita cukup mengalami tekanan dari sisi pendapatan negara," akunya. Kondisi ini semakin memperparah situasi penerimaan pajak yang sudah tertekan oleh faktor-faktor internal.

Satu lagi faktor yang perlu diperhatikan adalah kebijakan pengalihan dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ke Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Sri Mulyani menyebutkan bahwa pengalihan dividen BUMN yang tidak dibayarkan ke kas negara ini mencapai sekitar Rp 80 triliun. Meskipun kebijakan ini bertujuan untuk mendukung investasi jangka panjang, dampaknya terhadap penerimaan negara di tahun 2025 cukup signifikan dan perlu dipertimbangkan dalam konteks APBN.

Secara keseluruhan, situasi penerimaan pajak tahun 2025 menggambarkan tantangan yang kompleks bagi pemerintah. Kombinasi faktor internal seperti restitusi pajak yang tinggi dan pelemahan ekonomi, serta faktor eksternal seperti penurunan harga komoditas dan kebijakan pengalihan dividen BUMN, telah menciptakan kondisi yang kurang ideal untuk mencapai target penerimaan pajak. Kegagalan mencapai target ini berpotensi menimbulkan defisit anggaran yang lebih besar dari yang diproyeksikan, dan pemerintah perlu segera merumuskan strategi untuk mengatasinya. Langkah-langkah konkret dan terukur diperlukan untuk memulihkan penerimaan negara dan menjaga stabilitas ekonomi nasional. Pertanyaan besar kini tertuju pada langkah-langkah apa yang akan diambil pemerintah untuk mengatasi defisit anggaran yang diprediksi akan membengkak akibat melesetnya target penerimaan pajak ini, dan bagaimana strategi jangka panjang untuk mengantisipasi potensi guncangan ekonomi di masa mendatang. Perhatian publik kini tertuju pada transparansi dan akuntabilitas pemerintah dalam mengelola keuangan negara di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
UK Faces Two Decades of No Earnings Growth and More Austerity

UK Faces Two Decades of No Earnings Growth and More Austerity

December 30, 2025
Central Banks Are Right When They Say No One Understands Them

Central Banks Are Right When They Say No One Understands Them

December 30, 2025
Kalender Jawa Juni 2025 Lengkap Dengan Hari Baik Dan Pasaran: Panduan Lengkap Untuk Perencanaan Hidup

Kalender Jawa Juni 2025 Lengkap Dengan Hari Baik Dan Pasaran: Panduan Lengkap Untuk Perencanaan Hidup

June 12, 2025
Bitcoin’s Main Rival Ethereum Hits A Fresh Record High: 5.55

Bitcoin’s Main Rival Ethereum Hits A Fresh Record High: $425.55

October 11, 2025

Aliquam Vestibulum Morbi Blandit Cursus Risus

1
Industri Pengolahan Non-Migas RI Tunjukkan Kinerja Positif, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Industri Pengolahan Non-Migas RI Tunjukkan Kinerja Positif, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

1
Panik! Fitur Arsip Instagram Hilang, Foto-Foto Berharga Terancam Lenyap

Panik! Fitur Arsip Instagram Hilang, Foto-Foto Berharga Terancam Lenyap

0
Diajak Minum Tidak Mau, Pemuda Dikeroyok Segerombolan Orang Mabuk

Diajak Minum Tidak Mau, Pemuda Dikeroyok Segerombolan Orang Mabuk

0
Black Friday Merchants Look to Extend Moment of Retail Optimism

Black Friday Merchants Look to Extend Moment of Retail Optimism

October 13, 2025
Central Banks Are Right When They Say No One Understands Them

Central Banks Are Right When They Say No One Understands Them

December 30, 2025
Hotshot Snapchat Founders Face a Dilemma: Lie Low or Live Large?

Hotshot Snapchat Founders Face a Dilemma: Lie Low or Live Large?

October 13, 2025
Oil Heads for Best Weekly Gain in Month on Keystone Disruption

Oil Heads for Best Weekly Gain in Month on Keystone Disruption

December 30, 2025

Categories

  • Terpopuler
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Sosial
  • Budaya
  • Gaya Hidup

Site Navigation

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
Nusapost adalah portal berita digital terpercaya yang menyajikan informasi aktual, mendalam, dan inspiratif dari empat kategori utama—Lifestyle, Sosial, Finansial, dan Politik—dengan semangat jurnalisme yang bertanggung jawab untuk membuka wawasan pembaca tentang berbagai peristiwa di Indonesia.
No Result
View All Result
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Homepages
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • World
  • Economy
  • Business
  • Opinion
  • Markets
  • Tech
  • Real Estate

by Nusa Post

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In